Post Page Advertisement [Top]

Ibu Sewa Aktor untuk Berpura-pura Jadi Ayah Putrinya Selama 10 Tahun – Figur Nasional

Ibu Sewa Aktor untuk Berpura-pura Jadi Ayah Putrinya Selama 10 Tahun – Figur Nasional

Figur Nasional – Demi menyelamatkan putrinya agar tidak dikucilkan oleh teman-temannya karena tidak memiliki ayah, seorang ibu di Jepang membuat keputusan kontroversial. Ia menyewa jasa seorang aktor yang berperan menjadi ayah anaknya selama 10 tahun.

Ketika kedua orangtuanya berpisah dan ayahnya menghilang dari kehidupannya, Megumi masih bayi. Ibunya, Asako, ingat putrinya mulai menanyakan keberadaan sang ayah sejak masih sangat kecil. Tapi, ketiadaan sosok ayah bukan menjadi masalah besar hingga Megumi mencapai usia 10 tahun.

Di saat itulah, Asako mulai menyadari ada perubahan dalam sikap putrinya. Dia mulai berhenti berbicara kepadanya, menarik diri, dan akhirnya berhenti ke sekolah. Asako mulai mengetahui jika ternyata anaknya menjadi korban bullying di sekolah, hal yang sering terjadi pada anak dengan orangtua tunggal di Jepang.

Asako patah hati, dan setelah menghadap guru Megumi untuk meminta tolong, dia memutuskan untuk memberikan putrinya apa yang paling diinginkannya, meski harus dengan cara berbohong.

Asako sebenarnya pernah mendengar tentang agensi penyewaan orang yang bisa mengirim aktor untuk berperan sebagai kerabat palsu, tamu pernikahan, bahkan kekasih, dengan bayaran tertentu. Ia pun tergoda untuk menyewa seseorang untuk berperan sebagai ayah Megumi yang hilang.

Asako lalu mengaudisi lima kandidat dan memilih Takashi, yang dianggapnya mudah diajak bicara dan baik. Takashi menjalani agensi penyewaannya sendiri dengan sekitar 20 orang staf dan 1.000 tenaga paruh waktu yang bisa mengambil peran apapun dan kepribadian yang klien butuhkan.

Terlatih sebagai aktor, Takashi sudah pernah berperan sebagai pacar, pengusaha, teman, dan ayah, bahkan menjadi pengantin laki-laki di beberapa pernikahan palsu. Jadi, menyamar menjadi seorang ayah bukan hal sulit baginya. Dia bertemu dengan Asako beberapa kali untuk memahami apa yang dia butuhkan hingga mempelajari film-film Hollywood untuk mempersiapkan perannya.

“Permintaan saya sederhana. Pertama, saya ingin dia mengatakan betapa menyesalnya dia tidak berada di kehidupan Megumi hingga saat itu. Kedua, saya ingin dia mendengarkan apapun yang ingin dikatakannya,” ujar Asako seperti dikutip laman Oddity Central.

Asako kemudian mengatakan kepada putrinya bahwa ayahnya sudah menikah lagi dan punya keluarga lain, tapi ia kembali menghubunginya karena ingin bertemu Megumi. Awalnya, gadis itu terkejut, tapi akhirnya dia setuju bertemu dengan ayah palsunya. Dan begitulah, 10 tahun lalu Takashi menjadi Yamada, peran paling lama yang dilakukan dan paling kontroversial.

Takashi mulai bertemu Asako dan putrinya dua kali sebulan. Dia ikut bersama mereka berjalan-jalan keluar rumah, bioskop, dan pesta ulang tahun. Asako mengenang tidak butuh waktu lama hingga perilaku Megumi berubah secara drastis. Dia lebih bahagia, lebih santai dan cerewet, dan bahkan mau kembali ke sekolah. Itulah saat di mana Asako menyadari mengelabui putrinya ada manfaatnya.

Ilustrasi ayah dan anak

Namun, menyewa jasa Takashi setiap bulan membuat Asako harus mengatur keuangannya secara hati-hati. Setiap dia membutuhkan bantuan Takashi, dia harus membayar sekitar 10 ribu yen atau sekitar Rp1,3 juta. Jadi dia harus memangkas pengeluaran lain agar dapat mengeluarkan biaya itu. Tapi, mengingat bagaimana kesedihan putrinya sebelum ayahnya kembali dalam kehidupannya, Asako percaya uangnya dihabiskan untuk hal yang benar.

Meski begitu, uang bukan masalah utama dalam pertemuan tak biasa ini. Ikatan emosional dan implikasi etis dari hubungan palsu selama 10 tahun inilah yang menjadi kontroversinya. Misalnya, Takashi mengakui kalau karakternya, Yamada, dan Megumi sudah sangat dekat. Mereka sudah seperti keluarga dan saling mengatakan ‘Aku cinta kamu’, meskipun hanya satu pihak saja yang sungguh-sungguh mengungkapkannya.

Meski saat ini Takashi berkomitmen pada perannya, tapi ia mengakui semakin lama memainkan peran ini, semakin rumit akhirnya. Misalnya, jika Megumi yang sekarang sudah bertambah dewasa, menikah dan memiliki anak, dia harus berperan juga sebagai kakek, dan risikonya akan semakin tinggi.

Asako pun akan menghadapi persoalan yang tak kalah rumit. Dia mengakui bahwa setelah 10 tahun memalsukan hubungan dengan Yamada, dia mulai memiliki perasaan padanya. Dia bahkan mengungkapkan isi hatinya kepada Takashi, tapi ia harus menghadapi kenyataan bahwa dia bukan jatuh cinta pada seseorang yang tidak nyata. Takashi juga harus jujur dan mengatakan kepada Asako bahwa ia bersama mereka karena dibayar dan Asako tidak punya pilihan lain selain menerima itu.

“Saya seperti berfantasi mengenai hubungan kami, bahwa mungkin kami bisa menjadi keluarga sesungguhnya, tapi hubungan seperti ini pun sudah sangat membantu saya secara emosional dan mental. Ini membuat saya stabil,” ujar Asako.

Bagaimana jika ayah Megumi benar-benar muncul? Asako pikir itu sangat kecil kemungkinannya melihat bagaimana ia menghilang lebih dari 20 tahun lalu dan tidak pernah menghubunginya sejak saat itu. Tapi kalaupun itu terjadi, ia ingin agar anaknya memilih Yamada palsu dibanding yang asli karena dialah yang benar-benar berlaku seperti ayah sesungguhnya, meski ia dibayar untuk melakukan hal itu.

Asako mengatakan, Takashi akan terus berperan sebagai Yamada tanpa ada batas waktu. Dia akan hadir di pernikahan putrinya dan berperan juga sebagai kakek. Meski dia paham pasti banyak yang tidak setuju dengan keputusannya memberikan ilusi pada Megumi tentang ayah ideal.

Sedangkan Takashi mengatakan bahwa Megumi nanti akan menemukan kebenarannya, dan dia ingin Megumi berterima kasih kepadanya karena menjadi sosok yang suportif. Tapi, Takashi tak memungkiri pasti Megumi akan sangat terguncang akan kenyataan yang sebenarnya.

“Inilah salah satu masalah besar menyewa seseorang menjadi keluarga,” katanya.


Artikel yang berjudul “Ibu Sewa Aktor untuk Berpura-pura Jadi Ayah Putrinya Selama 10 Tahun – Figur Nasional” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]