Post Page Advertisement [Top]

Wajah Bumi di Masa Depan – Figur Nasional

Wajah Bumi di Masa Depan – Figur Nasional

Figur Nasional – Berapa benua yang ada di Bumi? Kalau pertanyaan ini diajukan, maka sebagian besar orang akan menyebutkan 7 benua, yakni Antartika, Australia, Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan dan Eropa. Pembagian tujuh benua ini didasarkan pada ciri-ciri geografis yang berbasis sosial penghuninya dan geologi yang menggunakan kesamaan kerak tektonik.

Namun sejatinya dilihat dari jejak evolusi Bumi, tujuh benua yang ada saat ini merupakan perkembangan dari dinamika bumi selama miliaran sampai ratusan juta tahun lalu. Jangan dibayangkan, Bumi pada masa awal dulu bentuknya seperti saat ini, ada tujuh benua. 

Bumi saat ini berusia sekitar 4 miliar tahun. Awalnya daratan Bumi menyatu, daratan raksasa dan kemudian karena dinamika kerak tektonik, perlahan-lahan daratan yang satu itu berpisah dan terpecah hingga menjadi berbagai benua saat ini.

Bagaimana ilmuwan bisa tahu daratan bumi pada masa lampau? jawabannya adalah menggunakan studi khusus tektonik. 

Studi ini bisa memetakan pergerakan kerak bumi yang melandasi daratan atau benua. Dari situ ilmuwan bisa merekonstruksi bumi pada masa lampau.

Dalam tulisannya di laman Dongeng Geologi, pakar geologi Rovicky Dwi Putrohari menuliskan, banyak teori yang menjelaskan siklus pergerakan super benua di dunia yang terpecah, berkumpul dan berpisah kembali. Pola berulang ini terjadi.

“Bumi selain mengalami perubahan bentuk serta konfigurasi benuanya juga berubah iklimnya,” tulis Rovicky. 

Nah, pelacakan geologi menunjukkan, pada zaman Paleozoikum dan Mesozoikum sekitar 250-225 juta tahun lalu, bumi hanya ada satu daratan besar, yakni super benua Pangea.

Karena adanya dinamika kerak lempeng tektonik, dalam jutaan tahun berikutnya, super benua Pangea terpecah menjadi dua bagian yakni super benua Gondwana dan super benua Laurasia pada masa Jurassic sekitar 200 juta tahun lalu.

Dalam peta bumi, super benua Laurasia ada di sisi utara dan super benua Gondwana ada di sisi selatan.

Kemudian, super benua Gondwana terpecah pada masa Jurassic sekitar 160 juta tahun lalu. Super benua ini pecah diawali dengan Benua Afrika terpisah menuju arah utara secara perlahan.

Selanjutnya, pada 125 juta tahun lalu, daratan yang saat ini dikenal sebagai anak benua India memisahkan diri dari Gondwana. Pemisahan ini diikuti dengan pisahnya blok daratan besar lainnya yang kini menjadi daratan Selandia Baru pada 80 juta tahun lalu. 

Kemudian, pada 55 juta tahun lalu, daratan Selandia baru itu diikuti dengan daratan Benua Australia dan Pulau Irian yang bergerak menuju arah utara. 

Namun jauh sebelum itu, ilmuwan mencoba untuk menggambarkan bagaimana evolusi daratan bumi.

Rekonstruksi pernah dilakukan oleh geologis dan paleografer Universitas Chicago Amerika Serikat, Christopher R Scotese dalam proyeknya PaleoMap Project.

Rovicky dalam tulisannya tersebut mengatakan, rekonstruksi tertua yang dilakukan dalam proyek Scotese ini hanya mentok pada 650 juta tahun lalu. Artinya wajah bumi selama 3,4 miliar tahun lalu, masih misterius. 

Rekonstruksi tertua terlacak pada akhir masa Proterozoikum sekitar 650 juta tahun lalu. Pada periode ini pecahnya super benua Rodinia yang diperkirakan daratan raksasa ini sudah ada sejak 1,1 miliar tahun lalu.

Kemudian pada akhir masa Kambrium pada 514 juta tahun lalu, super benua Gondwana berada di Kutub Selatan.

Pada pertengahan periode Ordovisium sekitar 458 juta tahun lalu, super benua Gondwana sudah terpecah-pecah sebagian kecil daratannya. Pada masa ini pun muncul samudera kuno yang disebut Samudera Panthalassic dan Samudera Iapetus. Dua samudera ini sudah lenyap karena tertutupi benua. 

Pada masa Silur Tengah periode 425 juta tahun lalu, Rovicky menuliskan, daratan Laurentia menabrak Benua Baltica dan membentuk benua Old Red Sandstone. Pada masa ini, terumbu karang merambah dan berkembang, tumbuhan darat juga berkembang mengisi daratan yang kosong. 

Berlanjut pada periode Devonian. Super Benua Gondwana masih di sebelah selatan bumi. Pada masa kini, kata Rovicky, hutan tropis mulai berkembang di sekitar khatulistiwa. 

Siklus beralih ke awal periode Karbon pada 356 juta tahun lalu. Pada masa ini muncul daratan Euramerica yang terpisah dengan Gondwana. Pada zaman ini, ditandai dengan salju dan es mulai menutupi Kutub Selatan. munculnya binatang berkaki empat. 

Selanjutnya pada masa akhir Karbon sekitar 306 juta tahun lalu, benua yang membentuk Amerika Utara dan Eropa bertemu dengan bagian selatan super benua Gondwana. Nah pada saat ini, setengah dari super benua Pangea sudah terbentuk. Pada masa ini es menutupi Kutub Selatan.

Munculnya Pangea

Super benua Pangea ini muncul terbentuk pada periode awal Trias sekitar 237 juta tahun lalu namun kemudian pada akhir masa ini, super benua ini mulai terpisah lagi. 


Artikel yang berjudul “Wajah Bumi di Masa Depan – Figur Nasional” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]