Post Page Advertisement [Top]

Gubernur Kaltim Klaim Aktivitas Tambang Bukan Penyebab Longsor Kukar – Figur Nasional

Gubernur Kaltim Klaim Aktivitas Tambang Bukan Penyebab Longsor Kukar – Figur Nasional

Figur Nasional – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor menilai bencana longsor di Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tersebut bukan disebabkan aktivitas pertambangan. 

Menurutnya, jarak antara lokasi tambang dengan pemukiman warga yang menjadi lokasi kejadian cukup jauh. Sehingga, aktivitas penambang itu tidak mengganggu. 

“Jaraknya jauh kok, itu bukan karena aktivitas tambang. Jaraknya jauh, 200 meter, jauh,” ungkapnya, Sabtu, 1 Desember 2018.

Kejadian bencana tersebut setidaknya membuat 5 rumah lenyap. Belasan rumah lain pun pada Kamis, 29 November lalu rusak parah. Selain itu, rumah-rumah di sekitar lokasi hingga kini berstatus rawan longsor.

Pernyataan Irsan itu bertolak belakang dengan catatan ketentuan jarak tambang dengan pemukiman atau fasilitas umum, yang tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 04 Tahun 2012 tentang Indikator Ramah Lingkungan Untuk Usaha dan atau Kegiatan Penambangan Terbuka Batu Bara.

Longsor di Sanga-sanga, Kukar.

“Pada PERDA No.02 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batu bara Kukar juga mengatur kesediaan tidak akan melakukan penambangan sekitar 500 meter dari permukiman bagi yang tanpa peledakan (Blasting). Dan satu sampai dua kilometer bagi yang melakukan peledakan,” ungkap Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Kaltim, Pradarma Rupang.

Tim Balai Penegakkan Hukum Kementerian Lingungan Hidup dan Kehutanan pun diketahui langsung terjun ke lokasi bencana, di Jalan Poros, Desa Kampung Jawa, Kecamatan Sanga-Sanga tersebut. Mereka melakukan penelitian untuk mengetahui penyebab kejadian.

Dari rekaman udara tim peneliti terlihat jelas area yang mengalami longsor dan masih ada kemungkinan meluas.

Tim Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kaltim, yaitu UPTD II kembali meninjau ke lokasi longsor Sanga-sanga hari ini. Hal ini untuk investigasi kondisi tanah badan jalan yang berpasir, mengalami longsor.

Dari tinjauan di lapangan, kondisi longsor Sanga-sanga merupakan jalan provinsi dan dilaporkan ke Kepala Dinas PU dan Gubernur Kaltim. Kemudian, pemerintah secepatnya menyediakan anggaran untuk perbaikan jalan dengan membangun jembatan. 

Pembangunan jembatan ditaksir menelan biaya Rp30 miliar lebih karena harus menanam pancang tiang untuk dasar badan jalan yang longsor. Pemerintah daerah kemungkinan juga akan koordinasi dengan perusahaan tambang agar bisa berkontribusi memperbaiki jalan. 

“Kami meninjau ke lokasi longsor ini nanti dilaporkan ke Kepala Dinas PU,” ujar salah satu pegawai Dinas PU Kaltim.

Saat ini, 41 jiwa mengungsi ke tempat lebih aman untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Di antara yang mengungsi adalah keluarga Mulyadi, Alian Indra Jaya, Nardi  dan Fauzi Ahmad.

Kendati area longsor ditutup, ada juga warga yang masih nekat mendekat atau bahkan masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil barang.


Artikel yang berjudul “Gubernur Kaltim Klaim Aktivitas Tambang Bukan Penyebab Longsor Kukar – Figur Nasional” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]