Post Page Advertisement [Top]

Hantu Barcelona Bernama Comeback, dan Liverpool yang ‘Klopp Banget’

Hantu Barcelona Bernama Comeback, dan Liverpool yang ‘Klopp Banget’

Mimpi buruk kembali mendatangi Barcelona.

Penyerang Liverpool, Divock Origi (kanan), melakukan selebrasi usai mencetak gol

Penyerang Liverpool, Divock Origi (kanan), melakukan selebrasi usai mencetak gol

Figur Nasional – Sebagian dari Anda mungkin sampai capek melihatnya. Atau, beberapa dari Anda larut dalam keseruan meski tak datang langsung menyaksikan aksi heroik Liverpool membantai Barcelona di Anfield. Bagaimana tidak, duel dua raksasa Benua Biru itu sangat seru dari menit awal sampai peluit panjang ditiup wasit Cuneyt Cakir.

Rasanya sudah sangat tak mungkin Liverpool bisa menyingkirkan Barcelona, tempat dimana salah satu fenomena sepakbola dunia, Lionel Messi, bermain. Tak cuma Messi, armada The Catalans juga punya segudang pemain top semisal Sergio Busquets, Jordi Alba, Gerard Pique, dan Luis Suarez.

Apalagi, Barcelona unggul agregat 3-0 sebelum laga itu dimulai. Ya, Barcelona sebelumnya berhasil menggilas Liverpool tiga gol tanpa balas di Camp Nou.

Jadi jelas, kecuali suporter Liverpool seluruh dunia sepertinya mendukung Barcelona lolos ke final. Akan tetapi, mimpi indah Messi dan pasukan Ernesto Valverde berubah menjadi buruk. Sebab di luar dugaan, The Anfield Gang justru tampil spartan dan mampu membuat Barcelona tak berkutik.

Para pemain Liverpool merayakan gol Georginio WIjnaldum (kanan)

Empat gol diberondong anak asuh Juergen Klopp tanpa Barcelona bisa membalasnya. Pesta gol di Anfield dalam laga leg 2 semifinal Liga Champions 2018/2019, Rabu 8 Mei 2019 dini hari WIB, dimulai saat laga baru berjalan tujuh menit. Adalah penyerang berpaspor Belgia, Divock Origi, yang mengoyak gawang Marc-Andre ter Stegen untuk pertama kalinya di pertandingan itu.

Liverpool bahkan mampu menggandakan keunggulan di menit 54 lewat legiun asal Belanda, Georginio Wijnaldum. Eks gelandang Newcastle United ini kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor, setelah mencetak gol keduanya di menit 56.

Keunggulan 3-0 Liverpool membuat agregat secara otomatis menjadi 3-3. Tentunya masih imbang, dan banyak yang memprediksi laga akan berlanjut hingga extra time. Akan tetapi, lagi-lagi Origi menjadi mimpi buruk Barcelona. Ia berhasil menyambar umpan sepak pojok Trent Alexander-Arnold dan membuat skor menjadi 4-0, dan berarti agregat menjadi 4-3 untuk keunggulan Liverpool.

Gol itu menyegel satu tiket partai final Liga Champions atas nama Liverpool. Di sisi lain, Barcelona harus rela menelan pil pahit untuk kedua kalinya setelah musim lalu. Ya, sepertinya istilah “comeback” buat armada Los Azulgranas ibarat hantu yang terus datang menghancurkan mimpi.

Ekspresi kecewa megabintang Barcelona, Lionel MessiSebaliknya, Liverpool semakin hari semakin menunjukkan diri sebagai salah satu raksasa Eropa. Di bawah komando Klopp, Liverpool kembali menjelma menjadi kekuatan yang menakutkan. Buktinya, strategi Gegenpressing ala manajer asal Jerman itu mujarab. Tim sekelas Barcelona saja tak bisa berbuat apa-apa.

Setelah ini, ada cerita lainnya soal Messi yang jadi sorotan lagi setelah kegagalan Barcelona. Lalu, ada pernyataan Klopp sebagai respons dari keberhasilan ini.

Hantu Penghancur Barcelona

Seperti yang dikatakan tadi, istilah “comeback” akan menjadi positif jika sebuah tim yang semula kalah besar justru mampu membalikkan keadaan atas tim yang mengalahkannya itu. Akan tetapi, istilah “comeback” sepertinya menjadi hantu buat Barcelona. 


Artikel yang berjudul “Hantu Barcelona Bernama Comeback, dan Liverpool yang ‘Klopp Banget'” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]