Post Page Advertisement [Top]

Rawan Pencurian, Kementan Minta Pemda Jaga Bantuan Alat Mesin Pertanian

Rawan Pencurian, Kementan Minta Pemda Jaga Bantuan Alat Mesin Pertanian

Figur Nasional – Beberapa bantuan alat mesin pertanian, salah satunya ekskavator, yang diberikan pemerintah kepada petani, dinilai rawan pencurian. Bahkan sudah ada laporan soal pencurian tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Kementan Sarwo Edhy minta pemerintah daerah (pemda) serius menjaga alsintan. Ekskavator sendiri sangat diperlukan dalam upaya mempercepat pengerjaan fisik program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Sarwo Edhy mencontohkan salah satu kasus yang terjadi di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimanan Selatan (Kalsel). Bagian penting pada ekskavator hilang, sehingga alat itu tidak dapat digunakan.

“Empat alat simulator ekskavator hilang dicuri orang, sehingga mangkrak di Jejangkit. Harga  satu simulator ini, mahal sekali,” katanya dalam Rapat Koordinasi Pendampingan TNI-AD Program Serasi, di Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Rabu (15/5/2019).

Menurut Sarwo Edhy, simulator yang dicuri tersebut harganya sekitar Rp 220 juta per unit. Jika 4 unit yang hilang, maka kerugian negara mencapai Rp 880 juta. 

“Hampir Rp 1 miliar. Pencurinya paham betul kalau alat itu harganya mahal. Sebenarnya yang paling rugi justru daerah itu sendiri, karena ekskavator mangkrak dan program tidak berjalan,” tegasnya.

Agar tidak terjadi pencurian lagi, Sarwo Edhy minta Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung untuk bertanggung jawab menjaga alat yang dimiliki. 

“Khusus ekskavator memang kami minta Dinas Provinsi yang mengelolanya, agar bisa digunakan di berbagai kabupaten. Bila perlu bayar orang penjaga,” kata Sarwo Edhy.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kalsel, Syamsir Rahman mengakui, telah terjadi pencurian alat simulator pada ekskavator di Jejangkit Muara.

“Alat itu selama ini tidak dijaga, sehingga maling dengan leluasa bisa mengambilnya. Tapi kini alat tersebut sudah dijaga,” tegasnya.

Dia mengakui, ekskavator tersebut mangkrak dan tidak bisa dioperasikan, sehingga kegiatan fisik optimasi lahan rawa terganggu. Dengan demikian, target yang dipatok pun tidak dapat dicapai tepat waktu.

Menurutnya, di Desa Jejangkit Muara ada 10 ekskavator. Alat ini digunakan untuk membuat saluran pada lahan rawa. Tanpa alat berat tersebut, pengolahan tanah sulit dilakukan.

Syamsir menyebut, target Kalsel sekitar 257.300 hektare. Dari jumlah itu, yang sudah ada CP/CL (calon petani/calon lahan) seluas 160.481 hektare, yang sudah disurvei investigasi desain (SID) seluas 35.282 hektare, dan yang sudah selesai pengerjaan fisik seluas 8.641 hektare.

“Kami terus menggenjot capaian luas areal. Dengan adanya pendamping dari pihak TNI, kita harapkan petani lebih semangat lagi,” ujarnya.

Program optimalisasi ini merupakan bentuk motivasi yang diberikan negara kepada petani. Ke depan, lahan rawa yang berhasil dioptimalisasi oleh Kementan akan diserahkan kepada masyarakat secara cuma-cuma alias gratis.

Pemerintah telah menggelontorkan bantuan alsintan, khususnya ekskavator, untuk optimalisasi lahan rawa lebak dan pasang surut agar menjadi lahan sawah produktif.

Direktur Alsintan, Ditjen PSP, Kementan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, Kementan telah menyalurkan ekskavator sebanyak 69 unit. Berdasarkan pantauan, bantuan tersebut bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut.

“Pemantauan ini sesuai arahan menteri.  Alsintan dan ekskavator harus bekerja optimal, sehingga lahan rawa menjadi lahan sawah produktif,” ungkapnya. 

Dengan demikian, lanjutnya, produksi pangan, khususnya beras dan kesejahteraan petani meningkat.

Dia menyebutkan, pemberian bantuan seperti ekskavator dan traktor bertujuan untuk mendukung pembangunan pertanian, khususnya indeks mekanisasi pertanian dalam mempercepat pengolahan lahan, penanaman dan panen.

“Hasil (pemberian lsintan kepada petani) sudah ada. Manfaatnya sudah dirasakan petani,” katanya.


Artikel yang berjudul “Rawan Pencurian, Kementan Minta Pemda Jaga Bantuan Alat Mesin Pertanian” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]