Post Page Advertisement [Top]

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, Ngejot hingga Aghi Yayo Onam

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, Ngejot hingga Aghi Yayo Onam

Figur Nasional – Umat Muslim di Tanah Air hari ini merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Pada momen ini, masyarakat akan berkumpul bersama keluarga untuk bersilaturahmi dan makan bersama.

Tiap daerah di Indonesia punya tradisi untuk merayakan selesainya ibadah puasa, mulai dari tradisi hantaran makanan hingga makan bersama. Lalu tradisi Lebaran apa saja yang ada di berbagai daerah di Indonesia?

Berikut ini seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Ngejot

Tradisi ini merupakan tradisi Lebaran khas masyarakat Lombok. Ngejot dilaksanakan dengan menyajikan dan berbagi makanan dengan tetangga dan sanak saudara.

Nantinya warga beramai-ramai mengantar nampan dengan wadah dulang atau sampak (baki besar)  berisikan berbagai jenis makanan khas Lebaran. Tradisi ini memiliki tata cara, seperti dulang diantar secara simbolis kepada tokoh masyarakat yang diawali dengan wudu untuk menyucikan diri. Setelah itu, baru mendatangi kerabat maupun tetangga dekat.

2. Munjung

Tradisi dari Jawa Tengah ini biasanya dilakukan sehari sebelum Lebaran, tepatnya saat sore hari menjelang berbuka puasa di akhir Ramadan. Masyarakat saling berkunjung ke rumah kerabat atau tetangga dengan membawa beberapa makanan, seperti ketupat dan opor ayam atau sejenisnya diberikan kepada yang punya rumah.

Untuk mengajari arti berbagi, biasanya seorang ibu menyuruh anaknya sebagai pengantar punjungan. Tujuan tradisi ini sebagai wujud syukur dan berbagi kebahagiaan kepada orang tua, sanak saudara, tetangga atau kepada orang-orang yang kurang beruntung.

 

3. Tellasan Topak

 

Tellasan topak merupakan tradisi Lebaran khas masyarakat Madura. Tellasan topak biasanya dirayakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Tellas topak ini berisikan berbagai macam kegiatan, seperti mengunjungi objek wisata, saling mengantar makanan khas, yaitu ketupat kepada sanak saudara dan tetangga, tradisi naik perahu, dan lain-lain.

Berbagai tradisi ini di setiap daerah di Madura pun berbeda. Di Bangkalan misalnya, saling antar ketupat dan lepet kepada tetangganya. Usai berlebaran, masyarakat berekreasi.

Sementara di Kamal, masyarakat setempat menggelar tradisi naik perahu mengitari perairan Kamal. Tradisi ini disebut dengan lomban. Biasanya, pemilik menghiasi perahunya dengan umbul-umbul warna warni. Di antara tiang perahu, digantungi berbagai makanan khas tellasan topak.

 

4. Aghi Yayo Onam

 

Hari Raya Enam atau Aghi Yayo Onam merupakan hari raya setelah melakukan puasa enam hari di bulan Syawal di Riau. Hari Raya Enam diisi dengan berbagai kegiatan tradisi, mulai dari silaturahmi, ziarah kubur hingga menikmati beragam jenis hidangan spesial hari raya.

Beberapa desa yang ada di Kabupaten Kampar juga memiliki tradisi yang beragam. Salah satunya adalah tradisi menjalang-jalang, yakni berkumpulnya tokoh adat di balai adat desa untuk makan bersama, dan melakukan doa selamat bersama. Ada juga yang merayakan khusus untuk menawarkan kuliner hingga pagelaran budaya.

Berbagai kegiatan tersebut pun dilakukan selama satu hari penuh, mulai dari bersilaturahmi antar warga setempat maupun dengan warga perantau yang sudah lama meninggalkan kampung halamannya. Pada perayaan Hari Raya Enam, perantau asal Kampar wajib pulang kampung, dan harus membawa semua anggota keluarganya untuk diperkenalkan kepada sanak saudaranya yang di kampung halaman.

Ziarah kubur bagian tradisi Hari Raya Enam atau Aghi Yayo Onam


Artikel yang berjudul “Tradisi Unik Lebaran di Indonesia, Ngejot hingga Aghi Yayo Onam” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]