Post Page Advertisement [Top]

Lucu, Ada Tisu Kuat Bersanggama di Koper Calon Haji Asal Sumenep

Lucu, Ada Tisu Kuat Bersanggama di Koper Calon Haji Asal Sumenep

Figur Nasional – Tidak hanya ribuan bungkus jamu khusus kewanitaan yang ditemukan di dalam 23 koper milik calon haji kelompok terbang (kloter) 6 dan 7 asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, di Asrama Haji Surabaya, Minggu, 7 Juli 2019. Namun juga obat-obatan lainnya, di antaranya beberapa bungkus tisu kuat bersanggama bermerk magic power.

Dalam dunia keintiman, magic power adalah jenis tisu basah khusus untuk kaum Adam. Tisu itu dipakai dengan tujuan ereksi lebih lama, juga berfungsi sebagai antiseptik.

Beberapa bungkus magic power itu ditemukan petugas di salah satu koper, di antara tumpukan macam-macam barang yang menutupi ratusan sachet jamu tradisional khusus wanita.

Berdasarkan data yang diterima dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, barang-barang yang disita dari jemaah Kloter 6-7 asal Sumenep di Hall Zaitun ialah 449 bungkus rokok dan 518 sachet jamu dan obat. Barang sitaan itu berasal dari tujuh koper milik tujuh calon haji asal Sumenep.

Adapun di Hall Mina, petugas Bea dan Cukai menyita rokok sebanyak 467 bungkus dan 8.000 sachet jamu dan obat. Di antaranya jamu atau obat kuat, pelangsing, jamu Rumput Fatimah, Supertetra, dan lainnya. Yang paling banyak ialah jamu khusus kewanitaan.

Magic power tissue yang disita petugas dari koper calon haji Kloter 7 di Jatim.Tisu Magic Power yang ditemukan dalam koper calon haji.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Jamal, mengatakan barang-barang tersebut disita karena melanggar aturan penerbangan. Untuk rokok, calon haji hanya diperbolehkan membawa paling banyak dua slop atau 200 batang.

Adapun obat-obatan boleh dibawa sesuai rekomendasi dari dokter. “Lebih dari itu jadi sitaan negara,” ujarnya.

Hal sama disampaikan Kepala Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya, Muhammad Budi Hidayat. Ia menekankan obat yang dibawa jemaah haji harus yang mendapat rekomendasi dokter.

“Jemaah haji hanya boleh membawa obat yang direkomendasikan dokter. Harus ada izin membawa obat sesuai kebutuhan selama berada di sana (Arab Saudi), dikalkulasi kebutuhannya selama di sana, itu yang boleh dibawa,” ujarnya.


Artikel yang berjudul “Lucu, Ada Tisu Kuat Bersanggama di Koper Calon Haji Asal Sumenep” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]